NATURE EDUCATION ARRAHMAN

Safe The Kids For Safe The Nation

Arsip untuk ‘Berita’ Kategori

Bayi 17 Bulan Tewas Akibat Siksaan..Ya Allah

Ditulis oleh Small Fingers di/pada November 13, 2008

London (ANTARA News) – Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menyatakan kegusarannya, Rabu, atas penyiksaan keji pada seorang bayi lelaki dan kegagalan pihak berwenang memergoki aksi brutal tersebut, saat kasus ini meluas menjadi pertikaian politik.

Bayi itu, yang hanya diidentifikasi sebagai Bayi P, berusia 17 bulan ketika tewas di atas pelbet berlumuran darah pada Agustus tahun lalu, setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya digunakan sebagai sansak (bantalan untuk latihan bertinju).

Para pekerja sosial, polisi dan pakar kesehatan gagal menyelamatkan jiwanya, kendatipun terjadi 60 kunjungan dari mereka dalam delapan bulan, dimana selama itu ia mengalami lebih dari 50 luka.

“Saya berbicara kepada seluruh negeri bahwa semua orang bukan hanya terkejut dan sedih, namun merasa ngeri dan marah,” kata Brown dalam perdebatan dengan pemimpin oposisi David Cameron dalam sidang dengar pendapat parlemen mingguan.

“Tragedi ini muncul karena aksi kekerasan dan penyiksaan terhadap anak-anak, dimana tiga orang telah dinyatakan bersalah, memunculkan pertanyaan serius yang harus kita tangani.”

Pengkajian kembali atas pelayanan perlindungan anak telah diperintahkan di seluruh Inggris.

Dua hari sebelum Bayi P menghembuskan nafasnya yang terakhir, dokter tak mampu mendiagnosa kalau punggungnya patah, delapan tulang iganya retak dan ia menderita
Bayi malang itu telah dipukul begitu keras sehingga giginya tanggal dan tertelan. Pukulan ini, yang menyebabkan luka di leher sehingga ia sukar bernafas, kemungkinan pukulan fatal, kata pejabat pengadilan.

Luka-luka yang diderita Bayi P antara lain kuping robek, ujung kuku dan ujung jarinya hilang dan bibirnya sobek.

Bebas dari tuduhan pembunuhan

Pasangan ibu si bayi yang berusia 32 tahun dinyatakan bersalah, Selasa, telah menyebabkan tewasnya seorang anak kecil.

Pria itu, yang menyimpan pisau dan memorabilia Nazi, dilukiskan di pengadilan sebagai manusia sadis dan tertarik pada hal-hal yang menyebabkan rasa sakit.

Demi alasan hukum, namanya tak boleh disebutkan.

Ia terbebas dari tuduhan pembunuhan, sehubungan para juri tak sepakat mengenai siapa yang menyebabkan semua luka itu.

Ibu si bayi yang berusia 27 tahun dan tak bisa disebutkan namanya serta digambarkan sebagai orang yang sembrono dan berusaha menutup-nutupi penyiksaan tersebut, mengaku bersalah telah menyebabkan atau membiarkan anaknya tersiksa dan menemui ajalnya. (*)

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

Heavy Metal Islam, Fenomena Baru di Kalangan Pemuda Timur Tengah

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 27, 2008

Heavy Metal Islam”. Pasti banyak orang tertarik dengan judul buku yang unik ini. Tapi judul itu belum selesai. Karena masih berlanjut pada judul kecil di bawahnya yang bertuliskan, “Rock, Resistance, and the Struggle for the Soul of Islam.” Buku itu karya Profesor Mark Levin, salah seorang dosen ilmu sejarah di Universitas California-Irvine.

Menurutnya, tidak sedikit para pemuda Islam di Timur Tengah saat ini yang mulai gandrung pada aliran musik Heavy Metal. Dan itu menurut Levin merupakan sebuah ungkapan revolusi atas perasaan tertekan dan kondisi otoriter yang mereka alami. Untuk mengungkap bagaimana aliran Heavy Metal mulai merasuki pemuda Timur Tengah, situs Islamonline melakukan wawancara dengan Levin, si penulis buku. Berikut petikannya:

Ada sejumlah tokoh aliran Heavy Metal dari kalangan Islam. Apakah anda merasakan bahwa aliran musik itu tidak menghalangi mereka dari sosok muslim yang baik? Bagaimana mereka bisa memadukan antara musik beraliran keras dengan Islam?

Saya sudah berbicara dengan sejumlah pemuda seperti itu, dan mereka menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan shalat Jum’at di masjid misalnya, selanjutnya mereka meneruskan panggung musik Black Metalnya selama empat jam berturut-turut. Di sini, di negara Barat, kita lihat Black Metal adalah salah satu aliran musik Metal yang mempunyai style musik yang unik karena memiliki kecepatan musik dan lengkingan suara dalam nyanyiannya. Di samping iringan drum dan ragam jenis gitar. Aliran musik ini dikenal juga dengan Satanic Metal. Di AS dan Skandinavia, aliran musik seperti ini sudah ada dan disebut sebagai aliran setan yang anti-agama dan anti-Kristen.

Tapi di Timur Tengah ada kelompok pemuda yang menyanyikan Satanic Lyric, meski tidak banyak. Kebanyakan mereka mengatakan, alasannya menyanyikan Black Metal cuma gaya saja. Mereka tidak menyanyikan Satanic Lyric nya, melainkan aliran musiknya saja.

Di sejumlah negara Arab, apakah ada penentangan terhadap musik Heavy Metal?

Ya, sejumlah orang yang mengaku komitmen dan kelompok Salafi selalu menolaknya. Bahkan, mereka bukan hanya menolak Heavy Metal tetapi menolak musik itu secara umum. Meskipun musik itu digunakan untuk kepentingan agama. Ada yang mengatakan itu adalah haram. Tapi perlu ditegaskan, kondisinya sudah berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 1997, pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan musik Metal untuk meredakan revolusi agama yang memang menentangnya. Presiden Mubarak merasa pada waktu itu, dia harus meredakan kaum agamis yang menentangnya.

Tapi setelah itu, sejumlah pemuda mulai cenderung pada aliran ini, meskipun mereka tetap berhati-hati dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan kondisi Mesir, terkait dengan masalah Zionisme atau tudingan menyerupai Barat. Sekarang, Heavy Metal bukan masalah di Timur Tengah. Pemerintah tidak terlalu memantau prilaku penduduknya karena orang-orang Mesir sekarang juga sudah berubah. Al-Ikhwan Al-Muslimun saat ini tengah sibuk dengan tekanan dari pemerintah, sehingga perhatian mereka terhadap masalah aliran musik dan group band Heavy Metal tidak terlalu tajam lagi.

Di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan yang dikenal memiliki orientasi keIslaman masih menentang Heavy Metal. Tapi sejumlah partai agama lainnya tidak terlalu menentangnya karena pada umumnya, mereka sedang sibuk mengkaji dan mempermasalahkan soal demokratisasi di tempatnya.

Bisa Dikatakan bahwa Heavy Metal mulai tersebar di Timur Tengah?

Memang sudah menyebar. Tapi Heavy Metal di sana sudah kehilangan substansinya. Aliran itu muncul pertama di Inggris pada tahun ‘60 atau ‘70-an sebagai bentuk penolakan terhadap kaum muda yang kehilangan pekerjaan dan karena rekonstruksi perekonomian yang meninggalkan bisnis konvensional sehinga banyak tempat yang dilanda kemiskinan. Semua kondisi itu memunculkan kemarahan, dan itulah yang melatarbelakangi Heavy Metal.

Dalam cover buku Anda terpampang gambar perempuan yang berjilbab tapi memakai kaos bertuliskan Heavy Metal. Apa pesan yang ingin Anda sampaikan lewat gambar itu?

Sebagian orang menganggap jilbab itu sebagai ancaman. Saya ingin mengangkat pesan bahwa ketika Anda melihat perempuan berjilbab dengan kaos seperti ini, apa pendapat Anda? Anda pasti akan melihatnya berbeda. Ternyata dia menyukai Heavy Metal seperti Anda. Titik inilah yang ingin saya angkat dalam uraian buku saya pada bab “Mengapa mereka membenci kami?” Kaum Muslimin itu masing-masing berbeda. Kita di AS juga berbeda-beda ada yang beraliran partai Demokrat, ada yang Republik, yang satu sama lain saling berkompetisi. Kita tidak mungkin menyamaratakan pandangan terhadap Islam dan dunia Islam, karena ada ragam bentuk di sana. (nature/na-str/iol/eramuslim)

Ditulis dalam Berita | Bertanda: , | Leave a Comment »

2009, Kuansing Berlakukan Perda Wajib MDA

Ditulis oleh Small Fingers di/pada Maret 20, 2008

LAPORAN RAYAN PRIBADI

Tahun 2009, Pemkab Kuantan Singingi (Kuansing) sudah memberlakukan Perda wajib MDA bagi siswa SD yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik SLTP maupun MTs. Draft usulan Perda Wajib MDA itu sudah diajukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kuansing ke Bagian Hukum dan Pemerintahan Setkab Kuansing untuk digodok dan diajukan ke DPRD Kuansing.

Hal itu dikatakan Kadis Dikpora Kuansing Drs H Alwis MSi kepada Riau Tribune saat ditemui di Pekanbaru pekan lalu. Dikatakan Alwis, hingga kini pihaknya sudah mulai mensosialisasikan peraturan tersebut ke masyarakat, terutama di sekolah-sekolah. “Masyarakat sangat mendukung peraturan tersebut. Saat ini, realisasi wajibnya tinggal menungu Perda saja lagi,” kata mantan anggota KPU Riau ini.

Alwis menjelaskan, hingga kini, jumlah MDA di Kuansing lebih banyak dari pada SD. Hal itu menunjukkan, masyarakat Kuansing merupakan masyarakat yang agamis. Untuk itu, harus ada kebijakan untuk mempertahankan agar jiwa agamis itu tidak luntur. “Persoalan kenakalan remaja di Kuansing disebabkan faktor lemahnya pendidikan agama anak didik. Di sekolah (SD, red) pendidikan agama hanya beberapa jam saja. Itu tidak cukup jika tidak ditunjang dengan pendidikan agama (MDA, red). Makanya sekolah MDA diwajibkan bagi anak-anak yang beragama Islam jika ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yaitu SLTP atau MTs,” katanya.

Alwis menambahkan, terkait pembangunan SD baru di Kuansing, pemerintah sudah membuat keputusan. Jika tak disertakan pembangunan MDA di dekat SD itu, maka pembangunan SD ditunda sampai bangunan MDA berdiri. Ini, lanjut Awlis, merupakan bukti konkret bahwa Pemkab Kuansing serius menjaga moral anak negeri Kuansing agar terhindar dari perbuatan amoral dan tak mendidik. “Insya Allah tahun 2009, Perda itu sudah selesai dan mulai diberlakukan,” katanya.*

Ditulis dalam Berita | Leave a Comment »

APPI Jangkau Desa Pelosok

Ditulis oleh Small Fingers di/pada Maret 20, 2008

Sungai Apit RTr- Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) dalam membawa misi menekan angka kematian bagi ibu melahirkan, ibu hamil, ibu nifas dan anak, menyentuh desa pelosok di Kecamatan Sungai Apit. Kemarin (12/2) APPI Siak menggelar pengobatan massal gratis di Desa Sungai Rawa.
Ketua APPI Kabupaten Siak Hj Nuraini Fauzi Jamil yang datang bersama Wakil Bupati Siak Drs OK Fauzi Jamil, Anggota DPRD Drs Wan Abdurahman MSi, Kepala Dinas Perhubungan M Hardi Helmi SH, Direktur RSUD Siak Dr Toni Candra MKes, Camat Sungai Apit Yulizar SSos, serta dua dokter spesialis dan tiga dokter umum.

Pengobatan massal di Sungai Rawa dibuka Wakil Bupati Siak. Dalam sambutannya OK Fauzi Jamil mengatakan, kegiatan bakti sosial seperti pengobatan massal ini merupakan langkah antisipatif dalam menekan angka kematian ibu hamil.

Kegiatan yang digelar dengan menjangkau masyarakat secara langsung dengan mendatangi masyarakat hingga ke desa terpencil sekalipun. “Gunakan kesempatan ini untuk menjaga kesehatan ibu dan anak,” kata OK.

Sedagkan Hj Nuraini dalam sambutannya mengatakan, kedatangan APPI di Sugai Rawa guna memberikan pengobatan gratis bagi ibu hamil, ibu melahirkan, ibu nifas, dan anak.

APPI juga mengakomodir permintaan masyarakat atas pengobatan, dengan juga memberikan pengobatan umum gratis. “Biasakanlah melakukan perawatan terhadap kehamilan dan anak yang baru dilahirkan,” kata Nuraini.

Camat Sungai Apit Yulizar SSos dalam sambutannya mengatakan, kedatangan
APPI di Desa Sungai Rawa merupakan kesempatan emas bagi masyarakat setempat dalam melakukan pengecekan kesehatan. “Ini gayung bersambut. Masyarakat perlu obat, APPI datang memberkan pengobatan gratis,” kata camat.

Kedatangan APPI di Desa Sungai Rawa ini tidak disia-siakan masyarakat. itu terbukti dengan berbondong-bondongnya masyarakat datang mengikuti pengobatan gratis tersebut.

Stop Kekerasan Terhadap Anak
Terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap anak yang mencuat pada beberapa keluarga di daerah lain, diharapkan tidak terjadi di Kabupaten Siak, termasuk Kecamatan Sungai Apit.

Karena keluarga dan anak harus dilindungi, diayomi dan diberikan pendidikan. “Lindungi dan didiklah anak-anak,” kata Ketua APPI Siak.

Disebutkan Nuraini, anak adalah keturunan yang akan menjadi pemimpin daerah nanti. Untuk itu sejak dini harus sudah dijaga kesehatannya dan diberikan pendidikannya.AYA/RTR

Ditulis dalam Berita | 2 Komentar »

Anak SD 030 Marpoyan Damai Dikeluarkan

Ditulis oleh Small Fingers di/pada Maret 8, 2008

 

Kasus Tiara dan Haikal Jadi Perhatian Depdiknas

Pekanbaru-Kebijakan SD 030 Marpoyan Damai mengeluarkan dua muridnya, Tiara Azahara dan Haikal Zelfi Padilla, karena orangtuanya tidak mampu melunasi uang pembangunan WC yang diminta pihak sekolah sebesar Rp1 juta, ternyata menjadi perhatian Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).

Depdiknas melalui Dirjen Pendidikan Dasar mengutus dua stafnya ke Pekanbaru untuk menyelidiki kasus yang mencoreng wajah dunia pendidikan tersebut. Kemarin (11/2), kedua utusan Dirjen tersebut meminta penjelasan pada Hilda, bertempat di Hotel Furaya, Pekanbaru. Menurut Hilda, dia menemui utusan Dirjen tersebut bersama suaminya. “Saya diminta pihak Disdikpora datang ke Furaya menemui utusan Dirjen. Namun saya hanya boleh membawa suami dan kedua anak saya,” tutur Hilda, saat dihubungi melalui ponsel kemarin.

Menurut Hilda pertemuan dengan utusan Dirjen itu berlangsung sekitar dua jam. “Dimana ruang pertemuannya, saya tidak tahu, soalnya harus naik lift. Orang Disdikpora hanya mengantarkan saya ketemu dengan kedua orang itu. Setelah kami ketemu, orang Disdikpora tidak dibenarkan masuk. Hanya kami berempat, saya dan suami serta dua orang dari Direktorat Jenderal, yang namanya saya lupa. Kalau ndak salah, seorang diantaranya Pak Robert, tapi saya tidak ingat percis,” aku Hilda.

Dikatakannya, utusan Dirjen tersebut mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya terkait pungutan oleh SD 030 dan pengeluaran kedua anaknya oleh sekolah tersebut. “Ya, saya katakan apa yang telah saya katakan kepada kalian para wartawan,” sambungnya.

Belum Ambil Sikap
Sementara itu, hingga kemarin, Disdikpora Pekanbaru, belum juga mengambil sikap terkait kasus pungutan dan pengeluaran dua murid oleh SD 030 tersebut. Kadisdikpora Syahril Manaf, mengaku, pihaknya masih mempelajari persoalannya.

“Untuk masalah siswanya, kita telah membatunya pindah ke SDN 020. Dan hari ini anak tersebut sudah mulai belajar di SD tersebut. Namun tentang sikap terhadap kepala sekolah, kita sedang memproses kebenarannya” tutur Syahril Manaf di ruang kerjanya, Senin (11/2).

Ditanya kemungkinan adanya keterlibatan oknum guru, selain kepala SD 030 tersebut, Syahril menyatakan, selain kepala SD 030, pihaknya juga memproses guru lain yang diduga terlibat. Namun Syahril menolak menyebutkan waktu yang diperlukan untuk menentukan sikap terhadap kasus SD 030 itu.

Syahril menambahkan, pendidikan murah, di antaranya diimplementasikan melalui tidak adanya biaya blangko penerimaan siswa baru, tak ada biaya UN dan pemberian buku 4 mata pelajaran gratis.

Dikeluarkan
Rabu (6/2) diberitakan, Hildawati (45), warga Jalan Adi Sucipto, Gang Gotong Royong, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, sambil menangis mendatangi gedung DPRD Pekanbaru, Selasa (5/1). Hilda mengadukan, dua orang anaknya, Tiara Azhara (kelas IV) dan Haikal Zelfi Padilla (kelas II) dikeluarkan SDN 003 Marpoyan Damai.

Pengaduan tersebut diterima Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ayat Cahyadi didampingi anggota Komisi I Sabarudi. Dengan berurai air mata, Hilda mengatakan, pihak sekolah meminta ia menandatangani blangko yang berisi kalimat tentang kesediaannya memindahkan kedua anaknya dari SD tersebut.

Menurut Hilda, anaknya sudah bersekolah selama enam bulan di SD tersebut, setelah pindah dari salah satu SD di Kepulauan Riau. Saat mengantar anaknya ke sekolah itu, katanya, dia diminta pihak sekolah membayar Rp1 juta dengan dalih membantu sekolah membangun WC.

Namun karena tidak punya uang, Hildawati mengaku baru bisa membayar Rp250 ribu, dan sisanya belum sanggup dibayar Hilda karena tidak punya uang. Menurut Hilda, dikeluarkan anaknya dari sekolah itu tidak terlepas dari belum terpenuhinya pembayaran Rp750 ribu sebagaimana permintaan pihak sekolah. “Pihak sekolah bilang pada anak saya, ibu mu tak tepati janji,” katanya, menirukan sindiran guru kepada anaknya.

Saat ia datang ke sekolah itu memenuhi undangan pihak sekolah, dia diberitahukan tentang pemberhentian kedua anaknya dari sekolah itu. Hilda mengharapkan dewan bisa memfasilitasi anaknya untuk bersekolah di sekolah lain yang lebih murah dan mudah. “Tolong saya Pak, bagaimanapun anak saya harus sekolah, saya sekarang nggak punya uang,” katanya, sambil menghapus air mata.(don/rm)

 

Ditulis dalam Berita | 1 Komentar »