NATURE EDUCATION ARRAHMAN

Safe The Kids For Safe The Nation

Arsip untuk April, 2008

Heavy Metal Islam, Fenomena Baru di Kalangan Pemuda Timur Tengah

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 27, 2008

Heavy Metal Islam”. Pasti banyak orang tertarik dengan judul buku yang unik ini. Tapi judul itu belum selesai. Karena masih berlanjut pada judul kecil di bawahnya yang bertuliskan, “Rock, Resistance, and the Struggle for the Soul of Islam.” Buku itu karya Profesor Mark Levin, salah seorang dosen ilmu sejarah di Universitas California-Irvine.

Menurutnya, tidak sedikit para pemuda Islam di Timur Tengah saat ini yang mulai gandrung pada aliran musik Heavy Metal. Dan itu menurut Levin merupakan sebuah ungkapan revolusi atas perasaan tertekan dan kondisi otoriter yang mereka alami. Untuk mengungkap bagaimana aliran Heavy Metal mulai merasuki pemuda Timur Tengah, situs Islamonline melakukan wawancara dengan Levin, si penulis buku. Berikut petikannya:

Ada sejumlah tokoh aliran Heavy Metal dari kalangan Islam. Apakah anda merasakan bahwa aliran musik itu tidak menghalangi mereka dari sosok muslim yang baik? Bagaimana mereka bisa memadukan antara musik beraliran keras dengan Islam?

Saya sudah berbicara dengan sejumlah pemuda seperti itu, dan mereka menyampaikan bahwa mereka tetap melakukan shalat Jum’at di masjid misalnya, selanjutnya mereka meneruskan panggung musik Black Metalnya selama empat jam berturut-turut. Di sini, di negara Barat, kita lihat Black Metal adalah salah satu aliran musik Metal yang mempunyai style musik yang unik karena memiliki kecepatan musik dan lengkingan suara dalam nyanyiannya. Di samping iringan drum dan ragam jenis gitar. Aliran musik ini dikenal juga dengan Satanic Metal. Di AS dan Skandinavia, aliran musik seperti ini sudah ada dan disebut sebagai aliran setan yang anti-agama dan anti-Kristen.

Tapi di Timur Tengah ada kelompok pemuda yang menyanyikan Satanic Lyric, meski tidak banyak. Kebanyakan mereka mengatakan, alasannya menyanyikan Black Metal cuma gaya saja. Mereka tidak menyanyikan Satanic Lyric nya, melainkan aliran musiknya saja.

Di sejumlah negara Arab, apakah ada penentangan terhadap musik Heavy Metal?

Ya, sejumlah orang yang mengaku komitmen dan kelompok Salafi selalu menolaknya. Bahkan, mereka bukan hanya menolak Heavy Metal tetapi menolak musik itu secara umum. Meskipun musik itu digunakan untuk kepentingan agama. Ada yang mengatakan itu adalah haram. Tapi perlu ditegaskan, kondisinya sudah berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 1997, pemerintah Mesir pernah melarang pertunjukan musik Metal untuk meredakan revolusi agama yang memang menentangnya. Presiden Mubarak merasa pada waktu itu, dia harus meredakan kaum agamis yang menentangnya.

Tapi setelah itu, sejumlah pemuda mulai cenderung pada aliran ini, meskipun mereka tetap berhati-hati dengan berbagai hal yang tidak sesuai dengan kondisi Mesir, terkait dengan masalah Zionisme atau tudingan menyerupai Barat. Sekarang, Heavy Metal bukan masalah di Timur Tengah. Pemerintah tidak terlalu memantau prilaku penduduknya karena orang-orang Mesir sekarang juga sudah berubah. Al-Ikhwan Al-Muslimun saat ini tengah sibuk dengan tekanan dari pemerintah, sehingga perhatian mereka terhadap masalah aliran musik dan group band Heavy Metal tidak terlalu tajam lagi.

Di Maroko, Partai Keadilan dan Pembangunan yang dikenal memiliki orientasi keIslaman masih menentang Heavy Metal. Tapi sejumlah partai agama lainnya tidak terlalu menentangnya karena pada umumnya, mereka sedang sibuk mengkaji dan mempermasalahkan soal demokratisasi di tempatnya.

Bisa Dikatakan bahwa Heavy Metal mulai tersebar di Timur Tengah?

Memang sudah menyebar. Tapi Heavy Metal di sana sudah kehilangan substansinya. Aliran itu muncul pertama di Inggris pada tahun ‘60 atau ‘70-an sebagai bentuk penolakan terhadap kaum muda yang kehilangan pekerjaan dan karena rekonstruksi perekonomian yang meninggalkan bisnis konvensional sehinga banyak tempat yang dilanda kemiskinan. Semua kondisi itu memunculkan kemarahan, dan itulah yang melatarbelakangi Heavy Metal.

Dalam cover buku Anda terpampang gambar perempuan yang berjilbab tapi memakai kaos bertuliskan Heavy Metal. Apa pesan yang ingin Anda sampaikan lewat gambar itu?

Sebagian orang menganggap jilbab itu sebagai ancaman. Saya ingin mengangkat pesan bahwa ketika Anda melihat perempuan berjilbab dengan kaos seperti ini, apa pendapat Anda? Anda pasti akan melihatnya berbeda. Ternyata dia menyukai Heavy Metal seperti Anda. Titik inilah yang ingin saya angkat dalam uraian buku saya pada bab “Mengapa mereka membenci kami?” Kaum Muslimin itu masing-masing berbeda. Kita di AS juga berbeda-beda ada yang beraliran partai Demokrat, ada yang Republik, yang satu sama lain saling berkompetisi. Kita tidak mungkin menyamaratakan pandangan terhadap Islam dan dunia Islam, karena ada ragam bentuk di sana. (nature/na-str/iol/eramuslim)

Ditulis dalam Berita | Bertanda: , | Leave a Comment »

Cerita Si “Kerbau” alias “Kebo”

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 20, 2008

Tulisan ini diambil dari ceramah Al Habib M. Rizieq Shihab, ketika mengisi sebuah majelis ta’lim di Masjid As-Syar’i.

Konon dahulu kala ada seekor kerbau yang hidup dengan anaknya.Berikut dialog induk kerbau dengan anaknya ketika terdengar suara adzan:

Anak : Mak, itu suara apa sih?

Induk : Itu suara adzan bo (panggilan anak kerbau).

Anak : Adzan itu apa mak?

Induk : Adzan itu seruan bagi orang muslim untuk melakukan sholat dengan cara2

yang telah ditentukan (sesuai syariat).

Anak : O…..gitu ya?

Kemudian dilihatnya ada bapak-bapak dengan memakai sarung, ibu-ibu memakai mukena berduyun-duyun pergi ke masjid untuk memenuhi panggilan sholat. Anak-anakpun tak ketinggalan. Mereka berlari-lari kecil menuju masjid. Anak kerbau bertanya lagi ke induknya:

Anak : Itu orang-orang pada mau kemana mak?

Induk : Ke masjid, sholat bo.

Anak : Kok kita ga sholat mak?

Induk : Kan kita kebo, jadi ga sholat.

Anak : O…iya ya.

(selesai)

Dari hikayat di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa orang yang mengaku muslim tetapi tidak sholat sama dengan…….(silahkan anda isi sendiri sesuai hikayat di atas, hehe…..). Jadi, hati-hati kalo suami atau istri anda tidak sholat, berarti selama ini anda hidup dengan…….(silahkan anda isi sendiri). Bagaimana dengan anda???

Ditulis dalam Artikel, Renungan | Bertanda: | Leave a Comment »

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM-BAGIAN III (Selesai)

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 19, 2008

Pandangan Terhadap Anak

Anak sebagai perhiasan dunia

—

  • Anak-anak merupakan perhiasan kehidupan dunia yang akan menyenangkan hati orang tua.Sebagaimana firmanNya:
  • Artinya:”Harta benda dan anak-anak itu sebagai perhiasan hidup di dunia” (QS Al Kahfi ayat 46) Dan firmanNya: Artinya:”Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami (agar) istri kami dan anak cucu kami sebagai penyejuk pandangan mata”(QS Al-Furqon ayat 74)
  • Orangtua dapat merasakan kepuasan dan kesenangan atas kehadiran anak, bila pada dirinya masih eksis fitrah insaninya.
  • Keberadaan fitrah inisani merupakan ‘modal dasar’ terjaminnya perlindungan hak anak oleh keluarga. Eksisnya rasa sayang orangtua kepada anak dan keberadaan anak yang membawa kesenangan bagi orang tua akan membuat orang tua rela berkorban apa saja untuk memenuhi semua hak anak.

Anak sebagai jaminan bagi orangtua di hari kiamat

—

  • Orangtua yang telah bersusah payah membesarkan, memelihara dan mendidik anak-anaknya dengan sabar akan mendapat ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT, yakni surga. Sebagaimana riwayat dari Auf bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa memiliki tiga orang anak perempuan yang dinafkahinya dengan baik sampai mereka menikah atau meninggal dunia, maka anak-anak itu menjadi tabir baginya dari neraka.” (HR Al-Baihaqi)
  • Juga riwayat dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:“Ada seorang hamba yang ditinggikan derajatnya. Lalu ia bertanya: Wahai Rabbku, mengapa derajat ini diberikan kepadaku? Allah berfirman: Sebab permohonan ampun anakmu untukmu sesudah meninggalmu”(HR Ahmad, Ibnu majah, dan Al-Baihaqi)

Anak sebagai aset masa depan umat

  • Islam mensyariatkan pernikahan bagi umatnya. Bahkan mencela orang-orang yang tidak mau menikah (tabattul). Islam juga menganjurkan agar laki-laki memilih calon istri dari kalangan yang wanita yang penyayang, subur, dan beragama. Sebab salah satu tujuan pernikahan adalah lahirnya anak-anak sebagai pewaris orangtuanya, baik pewaris harta maupun pewaris tanggung jawab dalam mengemban risalah Islam. Sebagaimana riwayat dari Anas ra, ia berkata: “Rasulullah saw menganjurkan para pemuda untuk kawin dan melarang keras untuk tabattul. Dan beliau bersabda:’Kawinlah kalian dengan wanita-wanita yang penyayang dan subur. Sesungguhnya dengan kalian saya ingin memperbanyak ummat di antara para nabi pada hari kiamat nanti.” (HR Imam Ahmad dan Abu Hakim)

  • “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah perempuan yang beragama, niscaya kamu akan beruntung”(HR Bukhari)

    Islam juga mensyariatkan untuk memperhatikan kualitas generasi penerusnya. Sebagaimana QS An-Nissa’ ayat 9:

  • Artinya:”Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka…”
  • Dari hadist dan ayat di atas dapat dipahami bahwa ada tuntutan bagi kaum muslimin untuk menjamin kelestarian generasi masa depan dan mewujudkan generasi yang berkualitas baik. Generasi tersebut adalah generasi yang diridhoi oleh Allah SWT dan mampu memimpin manusia dengan risalah yang dibawa oleh Rasulullah saw.

Pihak-pihak Yang Bertanggung Jawab atas Pemenuhan Hak Anak

—

  • Orangtua dan anggota keluarga yang lain
  • Negara dengan membuat kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan yang membuat keluarga mampu memenuhi hak-hak anak dalam keluarga.
  • Masyarakat dengan ikut menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pemenuhan hak-hak anak, bukan malah menjadi pihak yang merampas hak-hak anak.

PERSIAPAN ANAK CERDAS

  1. Makanan yang tepat
  2. Lingkungan yang sesuai
  3. Pegalaman Emosional
  4. Stimulasi rasional yang tepat
  5. Aktivitas fisik yang sesuai

“ Tips “ Keluarga Qur’ani

v Banyak berdoa mohon kepada Alloh agar anak2 di bukakan hati & fikirannya menerima Al Quran

v Mulai dari contoh ortu yg gemar membaca & menghafal Al Qur’an

v Menjadikan waktu-waktu tertentu di rumah setiap hari untuk berinteraksi dengan Al Qur’an

v Tanamkan atau perkenalkan Al Qur’an sejak dini dengan memperhatikan tumbuh kembang anak

(selesai)

Ditulis dalam Artikel | Bertanda: , | 1 Komentar »

Berbaktilah pada Orang Tua selagi mereka masih ada …

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 12, 2008

Seorang lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina, serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun. Keadaan lelaki tua itu sudah uzur, jari-jemarinya senantiasa gemetar dan pandangannya semakin hari semakin buram.

Malam pertama pindah ke rumah anaknya, mereka makan malam bersama. Lelaki tua itu merasa kurang nyaman menikmati hidangan di meja makan. Dia merasa amat canggung menggunakan sendok dan garpu. Selama ini dia gemar bersila, tapi di rumah anaknya dia tiada pilihan. Cukup sukar dirasakannya, sehingga seringkali makanan tersebut tumpah. Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu, tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg!! Bertaburanlah serpihan gelas di lantai.

Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut, mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.

“Esok ayah tak boleh makan bersama kita,” Viva mendengar ibunya berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar. Arwan hanya membisu. Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya.

Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan di meja makan. Viva juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya.

Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan demikian. Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan. Dia terkenang mendiang isterinya. Lalu perlahan-lahan dia berbisik: “Miah… buruk benar layanan anak kita pada abang.”

Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ. Setiap hari dia dihardik karena menumpahkan sisa makanan. Dia diperlakukan seperti budak. Pernah dia terpikir untuk lari dari situ, tetapi begitu dia teringat cucunya, dia pun menahan diri. Dia tidak mau melukai hati cucunya. Biarlah dia menahan diri dicaci dan dihina anak menantu.

Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu. Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti itu. “Oh! Ya…” bisiknya. Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang sama!

“Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring dan mangkuk ibu,” kata Rina apabila anaknya bertanya.

Waktu terus berlalu. Walaupun makanan berserakan setiap kali waktu makan, tiada lagi piring atau gelas yang pecah. Apabila Viva memandang kakeknya yang sedang menyuap makanan, kedua-duanya hanya berbalas senyum.

Ditulis dalam Artikel | Bertanda: | Leave a Comment »

PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM-BAGIAN II

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 11, 2008

DEFINISI ANAK MENURUT ISLAM

Kategori Anak Menurut Islam Berdasarkan kedudukan hukumnya :

1.   BALIGH/DEWASA

·       Datangnya haid pada anak  wanita

·       Datangnya mimpi  basah  pada anak laki-laki,

 

2.   PRA BALIGH/ANAK-ANAK

·       Sudah mendapatkan taklif (pembebanan) hukum syara HARUS mempertanggungjawabkan setiap ucapan, sikap, dan tindakan yang mereka lakukan, baik di hadapan Allah maupun di hadapan aparat hukum di dunia.

HAK ANAK DALAM ISLAM

1.     Hak untuk hidup

·       Abul Hasan meriwayatkan bahwa suatu hari seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad saw: “Ya Rasulullah, apakah hak anakkku dariku?” Nabi menjawab:”Engkau baguskan nama dan pendidikannya, kemudian engkau tempatkan ia di tampat yang baik.”

·       Sabda Rasulullah saw yang lain: “Baguskanlah namamu, karena dengan nama itu kamu akan dipanggil pada hari kiamat nanti.” (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

·       Nama anak adalah penting, karena nama dapat menunjukkan identitas keluarga, bangsa, bahkan aqidah. Ngatinem sudah pasti orang Jawa, Simorangkir jelas dari keluarga Batak, Cecep tentu dari keluarga Sunda dan Alhabsyi menunjukkan keluarga Arab.

·       Islam menganjurkan agar orangtua memberikan nama anak yang menunjukkan identitas Islam, suatu identitas yang melintasi batas-batas rasial, geografis, etnis, dan kekerabatan. Selain itu nama juga akan berpengaruh pada konsep diri seseorang.

 

2.     Hak penyusuan dan pengasuhan (hadlonah)

“Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin

menyempurnakan penyusuan. (QS Al Baqoroh 233)

o    Penelitian medis dan psikologis menyatakan bahwa masa dua tahun pertama sangat penting bagi pertumbuhan anak agar tumbuh sehat secara fisik dan psikis.

o    Selama masa penyusuan anak mendapatkan dua hal yang sangat berarti bagi pertumbuhan fisik dan nalurinya. Yang pertama: anak mendapatkan makanan berkualitas prima yang tiada bandingannya. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan anak untuk pertumbuhannya, sekaligus mengandung antibodi yang membuat anak tahan terhadap serangan penyakit.

o    Yang kedua : anak mendapatkan dekapan kehangatan, kasih sayang dan ketentraman yang kelak akan mempengaruhi suasana kejiwaannya di masa mendatang. Perasaan mesra, hangat, dan penuh cinta kasih yang dialami anak ketika menyusu pada ibunya akan menumbuhkan rasa kasih sayang yang tinggi kepada ibunya.\

o    Islam pun telah menetapkkan bahwa orang yang lebih berhak terhadap pengasuhan ini adalah orang yang paling dekat kekerabatannya dan paling terampil (ahli) dalam pengasuhan.

o    Hadist yang diriwayatkan dari Amr bin Syu’aib dari kakeknya bahwa Rasulullah saw pernah ditemui seorang wanita, ia berkata:”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anakku dulu dikandung dalam perutku, susuku sebagai pemberinya minum dan pangkuanku menjadi buaiannya. Sementara ayahnya telah menceraikanku, tetapi ia hendak mengambilnya dariku.”Kemudian Rasulullah bersabda:”Engkau lebih berhak kepadanya selama engkau belum menikah”

 

3.     Hak penyusuan dan pengasuhan (hadlonah)

o    Islam menetapkan bahwa pihak wanita (ibu) lebih utama dalam pengasuhan

o    Fuqoha menetapkan urutan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pengasuhan adalah:

§  Ibu, nenek dari pihak ibu dan seterusnya jalur ke atas (jika masih hidup). Dalam hal ini didahulukan yang paling dekat hubungannya dengan anak.

§  Ayah, nenek dari ayah dan seterusnya jalur ke atas (jika masih hidup), kakek, ibunya kakek dan seterusnya jalur ke atas, kakeknya ayah dan para ibunya.

§  Saudara perempuan, diutamakan yang seibu seayah, baru seayah, kemudian anak-anak mereka.

§  Saudara laki-laki, diutamakan yang seibu seayah, baru seayah, kemudian anak-anak mereka.

§  Saudara perempuan ibu (kholah)

§  Saudara perempuan ayah (‘ammah)

§  Saudara laki-laki ayah (paman) yang seibu seayah, dan seayah saja.

§  Saudara perempuan nenek dari ibu

§  Saudara perempuan nenek dari ayah

§  Saudara perempuan kakek dari ayah

o    Apabila semua pihak dari kalangan ini tidak mampu, maka negara berkewajiban untuk memberikan pengasuhan anak ini ke pihak lainnya yang mampu dan dapat di percaya.

 

4.     Hak mendapatkan kasih sayang

o   Rasulullah saw mengajarkan kepada kita untuk menyangi keluarga, termasuk anak di dalamnya. Ini berarti Beliau saw mengajarkan kepada kita untuk memenuhi hak anak terhadap kasih sayang. Sabda Rasulullah saw:”Orang yang paling baik di antara kamu adalah yang paling penyayang kepada keluarganya.”

o   Rasulullah mengajarkan untuk mengungkapkan kasih sayang tidak hanya secara verbal, tetapi juga dengan perbuatan. Pada suatu hari Umar menemukan beliau saw merangkak di atas tanah, sementara dua orang anak kecil berada di atas punggungnya. Umar berkata:”Hai anak, alangkah baiknya rupa tungganganmu itu.” Yang ditunggangi menjawab:”Alangkah baiknya rupa para penunggangnya”. Betapa indah susasana penuh kasih sayang antara Rasul saw dengan cucu-cucu beliau.

o   Seorang ahli (Dorothy Law Nolte) berujar:”Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.” Bila orang tua gagal mengungkapkan rasa sayang pada anak-anaknya, anak-anak tersebut tak akan mampu menyatakan sayangnya kepada orang lain.

 

5.     Hak mendapatkan perlindungan dan nafkah dalam keluarga

Firman Allah dalam surah Al-Baqarah ayat 233:

Artinya;”… Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dangan cara yang ma’ruf…”

Kemudian firman Allah dalam surah Ath – Thalaq ayat 6:
Artinya:”Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu…”

Sebagai pemimpin dalam keluarga, seorang ayah tentu bertanggungjawab atas keselamatan anggota keluarganya, termasuk anaknya. Ia akan melindungi anaknya dari hal-hal yang membahayakan anaknya baik fisiknya maupun psikisnya. Demikian juga ia berkewajiban memberi nafkah berupa pangan, sandang, dan tempat tinggal kepada anaknya.

Apabila kepala keluarga tidak dapat mencukupi nafkah keluarganya, atau ayah telah meninggal dunia, maka wali dari anak (diantaranya paman dari ayah, saudara laki-laki, dan kakek) diberi kewajiban mencukupi nafkah keluarga tersebut. Apabila jalur kerabat tidak ada yang bisa mencukupi nafkah anak, maka negaralah yang berkewajiban memberi nafkah kepada anak. Negara menyalurkan zakat atau sumber keuangan lain yang hak kepada keluarga yang tidak mampu. Bagaimanapun keadaannya, tidak pernah seorang anak harus menafkahi dirinya sendiri.

6.     Hak pendidikan dalam keluarga

 QS At-Tahrim ayat 6:

Artinya:”Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…”

Rasulullah juga mengajarkan betapa besarnya tanggung jawab orang tua dalam pendidikan anak. Sabdanya saw:”Tidaklah seorang anak yang lahir itu kecuali dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.”(HR Muslim).

Anak pertama kali mendapatkan hak pendidikannya di keluarga, sebelum ia mendapatkan pendidikan di sekolah.

Mendidik anak adalah tanggung jawab bersama antara ibu dan ayah, sehingga diperlukan pasangan yang seaqidah, dan sepemahaman dalam pendidikan anak. Jika tidak demikian tentunya sulit mencapai tujuan pendidikan anak dalam keluarga.

Anak pertama kali mendapatkan pengajaran nilai-nilai tauhid dari kedua orang tuanya, demikian juga mengenai ajaran-ajaran Islam yang lain. Anak mendapatkan pendidikan yang lebih banyak berupa contoh (teladan) dari kedua orang tuanya, di samping pendidikan dalam bentuk lisan, pembiasaan dan pemberian sanksi.

 

7.     Hak mendapatkan kebutuhan pokok sebagai warga Negara

o   Sebagai warga negara, anak juga mendapatkan haknya akan kebutuhan pokok yang disediakan secara massal oleh negara kepada semua warga negara. Kebutuhan pokok yang disediakan secara massal oleh negara meliputi: pendidikan di sekolah, pelayanan kesehatan, dan keamanan.

o   Pelayanan massal ini merupakan pelaksanaan kewajiban negara terhadap penguasa kepada rakyatnya, seperti sabda Rasulullah saw:

o   “Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan penggembala, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas gembalaannya.”(HR Ahmad, Syaikhan, Tirmidzi, Abu Dawud, dari Ibnu Umar)

o   Apabila hak-hak anak seperti yang disebutkan di atas dipenuhi maka anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berkualitas: menjadi orang bertaqwa yang mampu mengendalikan hawa nafsunya sesuai perintah dan larangan Allah serta mampu mengelola kehidupan dunia dengan ilmu dan ketrampilannya. Kebutuhan fisiknya terpenuhi: kebutuhan gizinya terpenuhi, kebutuhan sandang dan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan terpenuhi, dan apabila ia sakit tidak ada hambatan baginya untuk mendapatkan pengobatan. Demikian pula ia tumbuh dalam suasana penuh kasih sayang, tentram dan aman. Dalam kondisi fisik dan psikis yang baik ia bisa melewati proses pendidikan sesuai fase perkembangannya di dalam keluarga, juga pendidikannya di sekolah secara optimal. Dengan demikian ia bisa menguasai dengan baik tsaqofah Islam, ilmu pengetahuan dan teknologi serta ketrampilan yang diajarkan di sekolah untuk bekal kehidupannya kemudian hari.

Ditulis dalam Artikel | 1 Komentar »

Warga Kompleks Taman Surya dalam berkumpul bersama dalam rangka Syukuran Surau Arrahman.

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 10, 2008

Ditulis dalam Gelari Photo, Kegiatan | Leave a Comment »

Syukuran dalam rangka berdirinya Surau Arrahman yang masih sederhana.

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 10, 2008

Ditulis dalam Gelari Photo, Kegiatan | Leave a Comment »

Bang Erwin Warga Taman Surya sedang membagikan hidangan dalam rangka syukuran berdirinya surau Arrahman.

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 10, 2008

Ditulis dalam Gelari Photo, Kegiatan | Leave a Comment »

Progress pembangunan Surau Arrahman sampai dengan 10 April 2008

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 10, 2008

Ditulis dalam Gelari Photo, Pembangunan | 1 Komentar »

Berkumpul bersama di surau menjelang magrib

Ditulis oleh Small Fingers di/pada April 10, 2008

Ditulis dalam Gelari Photo | Leave a Comment »